Rugi, Jika Caleg Tidak Gunakan Kampanye Digital, Ini kehebatannya

Pengelolaan data yang sangat besar terkait calon-calon voter yang telah dikategorikan


1
3 shares, 1 point

Penetrasi internet telah mencapai sekitar 30-40% dan terus bertumbuh, namun di Indonesia bagian barat angkanya jauh lebih tinggi lagi. 

Berapa banyak dari kita yang mendapatkan berita dari televisi, koran ataupun radio? Masih ada, namun mana lebih sering bila dibandingkan darihandphone anda, baik itu dari sharing di Whatsapp, Facebook, portal berita online? Jawab sendiri ya. kalau mimin sih lebih banyak nikmati online deh..

Sekedar tau saja, investasi strategi politik di digital media akan menjadi pembeda  baik dari segi awareness hingga influence di bagian preference. 

Namun semua akan kembali lagi bagaimana calon atau partai tersebut dapat membuat strategi digital political campaign-nya dengan tepat dan efektif.

"Jika anda tidak tau bagaimana menggunakan strategi campaign digital, ya rugi sendiri"

Sekedar mengambil contoh yang kini sedang menjadi kiblat para digital campaign politik yaitu mengenai kemenangan Donald Trump di Pilpres Amerika Serikat 2016, ya strategi digital communication merekalah yang membuat Trump menang.

Apa yang dilakukan mereka sih? Brad Parscale adalah orang di balik kemenangan Trump. Dia membuat strategi multi platform digital dengan investasi hingga puluhan juta dollar untuk beriklan di media sosial (paling besar di Facebook) dan tim Trump sangat sedikit menghabiskan budget di media konvensional seperti televisi, radio atau koran.

Perlu dipelajari nih, salah satu strategi yang dilakukan Parscale adalah pengelolaan data yang sangat besar terkait calon-calon voter yang telah dikategorikan keadalam beberapa segmen, apakah itu yang dikategorikanLoyal Voters, Swing Voters hingga voter yang merupakan millenials

Yap, mereka semua punya metode pendekatan yang berbeda-beda. Beda disini maksudnya adalah konten yang akan dilempar ke audience, bagaimana mereka membutuhkan ratusan hingga ribuan jenis artikel, foto, video, konsep untuk digunakan secara intens berkomunikasi dengan calon voters tersebut di media digital setiap harinya, dan karena ini media digital, variasi pemberitaan tersebut dan jangkauan hingga ke pelosok-pelosok (selama ada internet) hanyalah sebatas tombol “enter”. 

By the way media konvensional tidak mampu menandingi hal tersebut, terlebih lagi biaya yang akan jauh lebih efisien.

Bagaimana? Apakah anda masih konsern dengan kampanye konvensional, yang menghabiskan budget besar ketimbang kampanye digital yang sangat minim budget tetapi dapat mengelompokkan voters. 


Like it? Share with your friends!

1
3 shares, 1 point

What's Your Reaction?

Love Love
2
Love
Lucu Lucu
2
Lucu
Sedih Sedih
2
Sedih
Marah Marah
1
Marah

Comments

Komentar

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF